26 September 2019

SCARA Goes to DUBAI Workshop and Assesor Research. From Indonesia to Dubai, Abu Dhabi and Brunei Dar

Disela sela perjalanan kami dengan tim assestment, kami melakukan reserach dan juga interview ke Consulate General Of The Republic Of Indonesia - Dubai untuk  memahami dan menggali informasi berkenaan dengan bagaimana seorang LEADER mampu mebawa Dubai dan Abu Dhabi menjadi negara di Emirat dengan pertumbuhan ekonomi yg menakjubkan selama 15 tahun terkahir ini.

Dubai merupakan salah satu kota terkaya di dunia.
Banyak orang mengira bahwa kondisi ini disebabkan karena sumber daya alam berupa minyak yg melimpah, data menunjukam bahwa minyak hanya menyumbang 7% pada pendapatan negara.
Real Estate, Pariwisata dan Penerbangan menyumbang pendapatan negara sampai $100.000.000.
Salah satu Real Estate yg sangat terkenal adalah banguan Burj Khalifa dengan invesatsi $1.5M dan menduduki gedung tertinggi di dunia mencapai 828M.

Kondisi ini lah yang membawa kami untuk melalukan research bagaiman LEADERSHIP dari orang orang yg berperan penting dalam memajukan kota Dubai.

Berdasarkan analisi ada 3 hal yg sangat mendasar dalam kepemimpinan korporasi di Dubai

1. INTEGRITY
Leader menjalan konsep kepempinan Rosululloh berkenaan dengan Siddiq artinya jujur terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan Amanah artinya bisa dipercaya

Hal ini menjadi relefan kalau BUMN di Indonesia benar benar mengangkat orang yg berintegritas..sehingga kompetensi ini menjadi SANGAT MUTLAK

2. CUSTOMER FOCUS
Di Dubai ada khusus kementrian Kebahagian yg tugasnya untuk memastikan semua yang terlibat dalam pelayanan perusahaan mendapatkan penilaian Excellence
Kita akan sering berjumpa dengan lambang lingkaran kuning disetiap lembaga lembaga perusahaan, lembaga non profit dll untuk memastikan setiap karyawan mampu memberikan pelayanan terbaik sehingga kebahagiaan bisa dicapai.
Dalam konteks kompetensi di BUMN Indonesia dimensi ini dikenal dengan istilah CUSTOMER FOCUS

3. EMPOWERING
Dubai merupakan salah satu bagian dari negara Uni Emirat Arab, yg dipimpin oleh seorang Emir.
Emir ini menanamkan visi dan misi yang membawa seluruh rakyat menjadikan panutan karena kemampuan Emir untuk melibatkan semua komponen dalam pembangunan tidak mengecualikan seseorang karena ras atau suku yg berbeda.

Konsep ini dikenal dengan istilah EMPOWERING dalam dimensi kompetensi kementrian BUMN

Kami dari team Assesor dari PT Dirga Cahya Abadi Anugerah meyakini bahwa kementrian BUMN harus benar benar mengeluarkan tools yg sangat reliabel untuk mengukur 3 kompetensi tersebut.
Komperensi lainnya sepeti leadership visonery, change management, stategic orientation, dll adalah hal teknis yg bisa dipelajari dan dikembangkan.

Download Our Brochure

Our 2019 events brochure for easy to read guide all of the services offered.